Seperti tiada habis-habisnya permasalahan yang kita hadapi di masyarakat. Semakin lama permasalahan yang kita hadapi di masyarakat semakin kompleks. Jika di ibaratkan kehidupan seorang manusia. Bukankah semakin tua usia, maka akan semangkin dewasa dan akan mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan Provinsi Riau ini. Pada tahun 2015 ini, Provinsi Riau sudah berusia 58 tahun. Permasalahan yang di hadapi Provinsi Riau seakan tiada habisnya, bahkan justru bertambah banyak. Seperti permasalahan pembakaran lahan yang berakibat bencana asap yang luar biasa yang berujung puluhan ribu masyarakat terkena imbasnya terserang penyakit ISPA bahkan ada yang meninggal dunia. Padahal bencana asap ini sudah terjadi sejak 18 tahun yang lalu, namun juga belum dapat terselesaikan sampai sekarang.

Selain bencana asap, masih banyak lagi permasalahan yang di hadapi Provinsi Riau. Seperti kemiskinan yang tidak ada habisnya, korupsi yang terus terjadi kalangan pejabat-pejabat pemerintah bahkan sudah tiga kali Gubernur Riau terjerat kasus korupsi. Kriminalitas di kalangan remaja juga marak terjadi. Remaja-remaja di Pekanbaru banyak ikut dalam geng-geng motor yang banyak membuat tindakan kriminalitas. Belum lagi masalah kualitas pendidikan yang masih banyak kekurangannnya. Masih banyak pekerjaan rumah para pejabat pemerintahan dan juga seluruh masyrakat Riau terutama para pemuda dan mahasiwa yang mempunyai tanggung jawab besar terhadap perubahan dan perkembangan Provinsi Riau kita ini.

Dalam hal ini mahasiswa harus punya sikap intelektual yang tinggi dan jiwa kritis dalam diri seorang mahasiswa agar mampu mengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggap tidak baik. Namun, selain mengkritisi mahasiswa juga di harapkan mampu memberikan solusi-solusi dari berbagai permasalahan yang ada serta mampu memberikan konstribusi terhadap perkembangan Provinsi Riau ini menuju yang lebih baik lagi.

Lalu bagaimana cara untuk meningkatkan intelektual dan jiwa kritis mahasiswa terhadap fenomena lingkungan, sosial-budaya, ekonomi dan sosial yang terjadi disekitar lingkungan kita terutama yang terjadi di provinsi Riau ini?

Untuk itulah, kami Lembaga Pengkajian Ilmiah dan Informasi bermaksud menyelenggarakan acara Civilize Writing 2015 dengan tema “Tingkatkan intelektual dan jiwa kritis mahasiswa melalui tulisan”.

Lomba Menulis Essay
Tema : “RIAU INTROSPEKSI DIRI”

Sub Tema :
1.      Kebakaran Lahan, Asap, dan ISPA;
2.      Antara Korupsi dan Kekuasaan;
3.      Tingkat Kemiskinan;
4.      Kriminalitas di Kalangan Remaja;
5.      Kualitas Pendidikan Perguruan Tinggi.

Ketentuan Peserta :        
1.      Mahasiswa/i angkatan 2013, 2014 dan 2015 Fakultas Ekonomi Universitas Riau;
2.      Karya yang dibuat merupakan karya individu (original);
3.      Setiap peserta hanya boleh mengirimkan masing-masing 1 (satu) karya;
4.      Peserta dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 5.000,-;
5.      Pendaftaran dan Pembayaran dilakukan di kesekretariatan  Lembaga Pengkajian Ilmiah dan Informasi (LPII);
6.      Karya yang telah di ikutsertakan menjadi hak milik  Lembaga Pengkajian Ilmiah dan Informasi (LPII).

Ketentuan Tulisan :          
1.      Peserta memilih salah satu sub tema yang telah ditentukan;
2.      Karya di tulis menggunakan  font style Time New Roman,  font size  12;
3.      Karya ditulis di kertas ukuran A4 dengan margin kanan (3cm), Kiri (3cm), Atas (3cm), dan Bawah (3cm);
4.      Karya terdiri dari 750-1500 kata;
5.      Tulisan merupakan hasil karya sendiri dibuktikan dengan lembar orisinalitas karya dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
6.      Form orisinalitas karya dapat diunduh di Facebook LPII : LPII FE UR
7.      Setelah melakukan pengiriman naskah, konfirmasi melalui sms ke : 081277883796 dengan format : LPII_RID_NamaLengkap_NIM_Jurusan_Angkatan;
8.      Naskah softcopy dikirim ke E-mail : lpiifeur05@gmail.com dengan subjek : LPII_RID_NamaLengkap_NIM_Jurusan_Angkatan;
9.      Naskah Hardcopy dikirim ke Sekretariat LPII FE UR (Sebelah Gedung BEM FE UR).
10.  Keputusan panitia bersifat final.
Time Line :
1.      Pendaftaran                        : 20 – 28 Oktober 2015
2.      Pengumpulan Karya           : 29 – 31 Oktober 2015
3.      Penjurian                             : 8 – 11 November 2015
4.      Pengumuman                      : 14 November 2015

Hadiah :
1.      Juara 1                    : Uang tunai + Bingkisan + Sertifikat;
2.      Juara 2                    : Uang tunai + Bingkisan + Sertifikat;
3.      Juara 3                    : Uang tunai + Bingkisan + Sertifikat;
4.      Karya terbaik akan dimasukkan dalam Tabloid Lembaga Pengkajian Ilmiah dan Informasi (LPII);
5.      15 Peserta terbaik yang mengirim karya mendapatkan sertifikat.


Posted on Senin, Oktober 19, 2015 by LPII FE UNRI

No comments



Focus Group Discussion merupakan agenda diskusi LPII yang rutin dilakukan pada hari Jum’at sore. Diskusi ini dilakukan dengan mengangkat tema tertentu yang sedang hangat dibicarakan. Ataupun tema yang berhubungan dengan ekonomi, mahasiswa, dan masyarakat secara umum. Tujuan dari FGD ini adalah untuk memmancing mahasiswa terutama anggota LPII untuk dapat berpikir kritis terhadap isu-isu yang sedang berkembang.

Jum’at (17/4) LPII kembali mengadakan FGD yang diadakan di halaman dekanat Fakultas Ekonomi. Materi kali ini dibawakan oleh Ilham Darmawan selaku Wakil Gubernur Fakultas Ekonomi  dengan tema “Pentingnya Administrasi dalam Organisasi”

Dalam FGD kali ini Ilham Darmawan menjelaskan beberapa poin mengenai administrasi dan keorganisasian secara umum. Menurutnya jalannya organisasi karena terdiri dari 3 hal, yaitu manajemen, administrasi, dan sumber daya manusia. Secara khusus, Ilham membahas salah satu diantaranya, yaitu administrasi, sesuai dengan tema yang diangkat pada sore itu.

Posted on Senin, Mei 18, 2015 by LPII FE UNRI

No comments



HASIL RAPAT
Tempat                        : Halaman Rektorat
Hari, tanggal               : Senin, 23 September 2013
Hal                               : Rapat pelantikan pengurus LPII
Pemimpin Rapat         : Revi Revika

Hasil Rapat :
1. Tema pelantikan ( sekaligus judul seminar )  :
            “menumbuhkan kesadaran kritis menuju mahasiswa yang cerdas dan berkarakter”
2. Pembicara :
            1. Presma / Bang Nasrul / Bang Yopi
            2. pengisi acara sandy (motivafor)
3. Tempat Acara : Yudisium FEKON UR
4. Undangan :
            1. Alumni
            2. Seluruh lembaga di FEKON UR
            3. Pak Syapsan
            4. Gubernur Mahasiswa
            5. Koran “Tribun”
5. Rundown Acara :
            1. Pembukaan
            2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an
            3. Kata sambutan
                        1. Ketua panitia
                        2. Direktur Eksekutif LPII
                        3. PD III
                        4. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa
                        5. Do’a
                        6 Penutup
6. Dress code : Baju batik, celana atau rok hitam, jilbab hitam
7. Jadwal :
            Hari / tanggal : Sabtu, 5 Oktober 2013
            Pukul               : 09.00 s/d selesai
8. Konsumsi : dua kali snack
9. Perlengkapan : gedung, sound system, microphone, spanduk, banner, pamphlet, dll
10. Rapat selanjutnya :
            Hari / tanggal : Minggu, 29 September 2013
            Pukul               : 10.00
            Tempat            : kondisional ( ngumpul di sekre)

Posted on Selasa, September 24, 2013 by LPII FE UNRI

No comments


Jakarta - Indonesia dinilai makin transparan dalam menyediakan informasi anggaran. Namun ada yang belum meningkat, yaitu partisipasi publik dalam penyusunan anggaran.

Indonesia mendapat kenaikan skor dalam Open Budget Index (OBI) yang diluncurkan oleh International Budget Partnership (IBP) pada 23 Januari 2013. Untuk skor OBI pada tahun 2012, Indonesia mendapat skor 62, meningkat 11 poin dibanding tahun 2010 lalu. Skor tersebut di atas skor rata-rata 43, dari 100 negara yang disurvei.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan skor Indonesia, di antaranya peningkatan publikasi dokumen di beberapa media dan laman Kementerian Keuangan seperti Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2012 yang dipublikasikan, serta kecukupan informasi seperti nota keuangan dan target kinerja.

Meski demikian, FITRA menilai masih banyak hal yang kurang dan perlu dilakukan untuk peningkatan transparansi anggaran di Indonesia.

"Pemerintah belum mempublikasikan in year report atau realisasi anggaran pada tahun berjalan untuk tiga bulanan. Mulai tahun 2012 Kemenkeu membuat laporan realisasi ini, namun terhenti pada bulan Agustus," kata Peneliti Sekretariat Nasional FITRA, Lukman Hakim.

Hal itu disampaikannya dalam acara Launching Open Budget Index 2012 Indonesia di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Minggu (3/2/2013).

Peningkatan ketersediaan 8 dokumen kunci anggaran juga meningkat. Hanya dokumen In Year Report yang tak dipublikasi.

FITRA juga menilai pemerintah perlu meningkatkan kecukupan informasi anggaran pada nota keuangan RAPBN dan dokumen pendukung RKA-KL serta LKPP. Khususnya informasi untuk capaian kinerja dan melakukan konsultasi publik pada penyusunan citizen budget.

Utamanya, FITRA menilai Indonesia perlu meningkatkan partisipasi publik dalam penyusunan anggaran. Untuk hal ini, Indonesia bahkan masih kalah dibandingkan Filipina.

"Dibandingkan Filipina, tingkat keterlibatan publik dalam penyusunan anggaran di Indonesia tergolong lemah. Oleh karena itu, pemerintah harus memperluas partisipasi dalam penyusunan anggaran,"

Posted on Jumat, April 05, 2013 by LPII FE UNRI

No comments